TERKINI
Jalan Rusak di Sei Manasib Ditinjau Bupati Rohil, Segera Akan Dilakukan PerbaikanWabup Kampar, Misharti Ajak Seluruh Elemen Daerah Jadikan Pancasila Dasar Membangun Daerah HarmonisRapat Pleno Terbuka Digelar KPU Kampar, Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan Triwulan III TahunDishub Kampar Gencar Tingkatkan PAD Retribusi Parkir Melalui Tarif Berlangganan Kendaraan PerusahaanKadishub Kampar Sosialisasikan SI OCU PARKIR KAMPAR, Dorong Pembayaran Retribusi Parkir Non TunaiDirgahayu Harhubnas 2026, Kadis Aidil: Pentingnya Perhubungan Mendukung Aktivitas MasyarakatKadis Bunnak Keswan Kampar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura Yang Dibuka BupatiJMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas OrganisasiJelang Rapat Konsolidasi, Plt Ketua JMSI Kampar Ungkap Respons Positif Bupati Ahmad Yuzar17 Pejabat Eselon lll dan IV Dilantik Wabup Kampar MishartiKPU Kampar Melakukan Memutakhirkan Daftar Pemilih BerkelanjutanProgres Fisik RLH 79 Unit Dinas Perkim Kampar Melampaui Target, Pencapaian Naik Signifikan 69 Persen

DisbunakKeswan Kampar Himbau Para Petani, Agar Jangan Memakai Bibit Abal-abal

DisbunakKeswan Kampar Himbau Para Petani, Agar Jangan Memakai Bibit Abal-abal
Ilustrasi (net)

KAMPAR - lenteranews.co, Bagi para petani untuk bisa mencari bibit unggul, Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan terus berupaya untuk menghimbau agar tidak menerapkan bibit palsu.

"Kami menghimbau kepada petani, agar tidak menerapkan bibit palsu, dan jangan lagi memakai bibit sembarangan," ujar Kadis Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan melalui Kabid Usaha Tani Yalen Nelfida saat dikonfirmasi diruang kerjanya, (04/05/2021).

Lebih lanjut, dikatakan Yalen, agar para petani ini bisa menelaah bibit palsu yang bisa merugikan, karena kita sudah melakukan penyuluhan terhadap para kelompok tani.

"Biasanya para petani yang memiliki kekurangan anggaran, mereka banyak mengambil bibit-bibit sapuan yang jatuh dari pokok sawit," ungkap Yalen.

Yalen berharap, agar para kelompok tani bisa mentaati aturan pemerintah, melihat saat peninjauan sudah banyak menemukan bibit-bibit palsu. Kami juga menyediakan bibit bagi para petani kelompok ataupun perorangan, dengan cara melakukan pengajuan ke Dinas.

"Mereka sudah menunggu lama-lama, tapi hasil produksinya tidak sesuai yang diinginkan. Kalau ketersedian kita tertampung kita salurkan," tutup Yalen.