TERKINI
Wabup Kampar, Misharti Ajak Seluruh Elemen Daerah Jadikan Pancasila Dasar Membangun Daerah HarmonisRapat Pleno Terbuka Digelar KPU Kampar, Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan Triwulan III TahunDishub Kampar Gencar Tingkatkan PAD Retribusi Parkir Melalui Tarif Berlangganan Kendaraan PerusahaanKadishub Kampar Sosialisasikan SI OCU PARKIR KAMPAR, Dorong Pembayaran Retribusi Parkir Non TunaiDirgahayu Harhubnas 2026, Kadis Aidil: Pentingnya Perhubungan Mendukung Aktivitas MasyarakatKadis Bunnak Keswan Kampar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura Yang Dibuka BupatiJMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas OrganisasiJelang Rapat Konsolidasi, Plt Ketua JMSI Kampar Ungkap Respons Positif Bupati Ahmad Yuzar17 Pejabat Eselon lll dan IV Dilantik Wabup Kampar MishartiKPU Kampar Melakukan Memutakhirkan Daftar Pemilih BerkelanjutanProgres Fisik RLH 79 Unit Dinas Perkim Kampar Melampaui Target, Pencapaian Naik Signifikan 69 PersenHarga BBM Eceran Tembus Rp15 Ribu, GMNI Bengkalis Soroti Lemahnya Pengawasan Disperindag Bengkalis

Babinsa Koramil 08/Tandun Pantau Wilayah Binaan Yang Terkena Banjir

Babinsa Koramil 08/Tandun Pantau Wilayah Binaan Yang Terkena Banjir

ROHUL - Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 08/Tandun Kodim 08/KPR Pelda Muksin bersama warga memantau sejumlah titik yang terdampak banjir di wilayah Desa Tandun Kecamatan Tandun Kabupaten Rokan hulu dengan ketinggian air mencapai antara 30 hingga 90 cm, Selasa (08/3/2022).

Tak hanya di satu wilayah, Pelda Muksin juga terjun ke lapangan memantau Desa binaannya yang sedang mengalami kebanjiran akibat hujan dan luapan air sungai Tapung yang menggenangi 3 rumah terkena genangan banjir. Kejadian ini menggugah hati nurani Pelda Muksin untuk mengadakan patroli ke pemukiman warga.

Dalam kegiatan tersebut, Pelda Muksin menghimbau kepada masyarakat agar jangan sering melawati genangan air banjir karena berbahaya dengan terkenanya penyakit kulit dan juga selalu memperhatikan anak-anak untuk tidak membiarkan bermain di genangan banjir. “Alhamdulillah ketinggian air sudah mulai berkurang, namun kami tetap siaga dan terus melakukan komunikasi dengan sejumlah unsur sebagai antisipasi terhadap kondisi yang bisa saja berubah setiap saat,” tuturnya.

Salah satu warga Desa Tandun yang menjadi korban banjir Bapak H. Imam (50) mengatakan, memang sudah menjadi langganan banjir di Desa kami ini karena lokasinya rendah dan dekat aliran sungai Tapung. “Banjir ini bukan kerena hanya disebabkan oleh hujan, akan tetapi ini juga air kiriman dari sungai Tapung yang volumenya besar, ini sudah setiap tahun terjadi namun belum ada solusi,” jelasnya.

Sumber: Pendim 0313/KPR